jadi, kali ini kita akan mebahas apa sih itu Qada dan Qadar? yuk disimak

Pengertian Qada dan Qadar
Qada
menurut bahasa adalah hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan
penciptaan.
Qada
menurut istilah adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman
azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan
iradah (kehendaknya).
Qadar
menurut bahasa adalah kepastian, peraturan, dan ukuran.
Qadar
menurut istilah adalah perwujudan ketetapan (qada) terhadap segala sesuatu yang
berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah(kehendaknya)
Dari
pengertian di atas dapat diketahui bahwa qada adalah ketentuan, sedangkan qadar
adalah pelaksanaan dari qada’ Allah.
Dalil- dalil Qada’ dan Qadar
a. Dalil
dari al-Qur’an
1)
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (Q.S.
al Qam1ar/54:49)
2)
“Tidak ada suatu bencana apapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri
kalian melaikan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S.
al-Hadi¯d/57:22)
3) “Dan
tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya
kalung) pada lehernya.” (Q.S. al-Isra’/17:13)
4)
“Tidak ada sesutu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin
Allah.” (Q.S. at-Tagabun/64:11)
Kewajiban
beriman terhadap qada’ dan qadar
Qada’
dan qadar merupakan salah satu rukun iman yaitu rukun iman yang keenam, sehingga
sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan mengimani takdir atau qada’ dan
qadar.
Macam-macam takdir
a.
Takdir Mua’llaq
Takdir
yang berhubungan dengan usaha/ikhtiar manusia.
Contohnya
: Budi ingin menjadi juara kelas, maka ia belajar dengan keras.
b.
Takdir Mubram
Takdir
yang terjadi pada diri sendiri dan tidak dapat diusahaka atau diubah oleh
manusia.
Contohnya
: Orang yang lahir dengan mata sipit, kulit hitam rambut pirang tidak dapat
diubah lagi.
Makna Beriman Kepada Qada’ dan Qadar
Qada’ dan
Qadar atau takdir berjalan menurut hukum “sunnatullah”. Artinya keberhasilan
hidup seseorang sangat tergantung sejalan atau tidak dengan sunnatullah.
Sunnatullah adalah hukum-hukum Allah Swt. yang disampaikan untuk umat manusia
melalui para Rasul, yang tercantum di dalam al-Qur’an berjalan tetap dan
otomatis. Misalnya malas belajar berakibat bodoh,tidak
mau
bekerja akan miskin, menyentuh api merasakan panas, menanam benih akan tumbuh
dan lain-lain.
Ada 4
hal yang selalu berhubungan dengan iman kepada takdir.
1.
Takdir itu sendiri
Mengapa
manusia tidak mampu terbang laksana burung, tumbuh-tumbuhan berkembang subur,
lalu layu, dan kering. Rumput-rumput subur bila selalu disiram dan sebaliknya
bila dibiarkan tanpa pemeliharaanakan mati. Contoh-contoh tersebut, merupakan
etentuan Allah, dan itulah yang disebut sebagai takdir.
Manusia
dapat memilih takdir/ketentuannya sendiri dan mereka juga harus bertanggung
jawab atas pilihan/takdir yang telah dipilihnya.
2.
Ikhtiar
Ikhtiar
adalah berusaha sungguh-sungguh mencapai apa yang dicita-citakan.
Walaupun
qada’ dan qadar manusia telah ditentukan oleh Allah SWT manusia tetap harus
berikhtiar karena keberhasilan seseorang berada di pundaknya sendiri.
3. Doa
Doa
adalah ikhtiar batin yang besar pengaruhnya bagi manusia yang
meyakininya.
Allah akan mengabulkan permhonan orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh.
4.
Tawwakal
Setelah
kita beriman pada takdir dan telah berusaha dengan ikhtiar, selanjutnya adalah
tawwakal. Tawwakal adalah menyerahkan segala urusan dan hasil ikhtiar kepada
Allah SWT.
Hikmah Beriman pada Qada’ dan Qadar
1.
Semakin yakin yang terjadi di dunia ini adalah sunnatullah
2.
Semakin termotivasi untuk berikhtiar guna mencapai cita-cita
3.
Keyakinan akan pentingnya doa bertambah
4.
Meningkatkan optimisme dalam menatap masa depan dengan ikhitar yang
sungguh-sungguh
5. Tidak
mudah berputus asa jika mengalami kegagalan
6.
Menyadarkan manusia bahwa dalam kehidupan ini dibatasi oleh peraturan-peraturan
Allah Swt., yang tujuannya untuk kebaikan manusia itu sendiri
7. Jiwa
selalu tenang
Penerapan Perilaku Qada’ dan Qadar
1.
Menjauhkan diri dari perilaku sombong dan putus asa
2.
Memperbanyak bersyukur dan sabar
3.
Optimis dan semangat bekerja
Daftar Pustaka :
1. https://www.synaoo.com/iman-kepada-qada-dan-qadar-materi-pendidikan-agama-islam-kelas-12/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar