pertama-tama yaitu Manusia harus percaya dan menerima atau beriman kepada Allah ta’alaa yang
mencipta, memelihara, berkuasa, dan juga yang patut disembah. Percaya kepada
Allah hingga menjauhi dari perbuatan syirik dengan menyekutukanNYA dengan
berbagai makhluk seperti syetan, berhala, hawa nafsu, dan berbagai kepercayaan
selain kepada Allah Subhanahu wata’alaa. Juga harus menerima bahwa Allah
memiliki hamba yang sangat perkasa sentiasa ta’at kepada Allah yaitu para
malaikat yang melaksanakan perintah-perintah Allah untuk menguruskan segala
penciptaan-Nya. Demikian juga kita hendaknya menerima, mempercayai bahwa Allah
menurunkan kitab-kitab kepada para Rasul untuk dijadikan pedoman hidup manusia
dalam menjalankan tugas dan perananannya dibumi dan percaya/yakin bahwa Alquran
adalah kitab terakhir dan juga penyempurna kepada kitab-kitab lainnya untuk dijadikan
kewajiban dalam pegangan umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam. Kita
juga wajib percaya kepada para Rasul sebagai utusan Allah yang menerima dan
menyampaikan wahyu dari Allah ta’alaa, dan melaksanakan atau memprojeksikan
serta mem beri contoh teladan kepada umatnya, sehingga kita percaya kepada
Rasul itu harus mengikuti sunnah-sunnah nya, kita juga mesti percaya kepada
hari pembalasan yaitu adanya hisab, surge dan neraka sehingga kita dengan
kepercayaan itu melahirkan sifat taqwa karena kepercayaan kepada Allah juga
kita yakin terhadap pembalasan yang akan diberikanNya. Demikian juga kita harus
percaya dengan qodho dan qodar yaitu percaya bahwa segala sesuatu itu
diciptakan Allah mempunyai sifat-sifat tertentu dnegan ketentuan tertentu. Yang
ditetapkan oleh Allah sejak dari misalnya Api Panas, Air mengalir, udara
mengandung oksigen, makanan mempunyai zat-zat yang dibutuhkan oleh manusia,
manusia dan hewan memiliki panca indra itu semua adalah ketentuan Allah yang
tetap dan ia dipanggil dengan qodar, adapun sesuatu yang terjadi akibat qodar
tadi seperti misalnya, Api dapat menimbulkan kebakaran tetapi juga bias
digunakan memmasak, air dapat mengakibatkan banjir atau juga bias digunakan
untuk keperluan manusia pada saat itu terjadi dinamakan qodho atau keputusan.
Jadi qadar adalah ketentuan dasar dari segala penciptaan Allah, Allah Berfirman
:”inna khalaqna kulla syai’in biqodarin”. Sedangkan qadha mememrlukan sebab dan
akibat daripada ikhtiar manusia, seperti misalnya kalau manusia tidak menguruskan
hujan turun dengan pengairan yang teratur maka qodhonya akan menjadi banjir,
juga ketika menggunakan api tidak cermat dia tidak dapat menyebabkan kebakaran.
Ada juga qadha yang diluar jangkauan ikhtiar inilah iradah Allah sebagai ujian
kepada manusia, seperti misalnya kejadian tabrakan padahal kita sudah sangat
berhati-hati dalam memelihara mobil dan mengendarainya.
Segala kepercayaan dan keimanan ini, mesti dikaji dan diyakini juga
dihayati dalam hati manusia. Jadi iman adalah pekerjaan hati.
– Tugas kedua adalah Ibadah. Allah menjadikan jin dan manusia selain dari
para malaikat adalah bertugas menjadi hamba Allah. Tugas ibadah ini, ada yang
bersifat khusus inilah yang banyak difahami oleh ummat islam yaitu menjalankan
kewajiban-kewajiban yang diperintahkan Allah seperti syahadat, shalat, puasa,
zakat dan berhaji bagi yang mampu dengan kata lain dikenal sebagai Rukun Islam
yang wajib dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan yang ketat. Sperti misalnya
shalat mestilah tepat dengan apa yang dicontohkan Rasulullah, sabda Rasul
:”sholluu kamaa roaitumunii ushollii”
– Tugas yang ketiga adalah berakhlak mulia. Nabi menegaskan bahwa tugas
beliau yang pertama adalah untuk menyempurnakan kesempurnaan akhlak yang mulia.
Sebagaimana Sabda nabi “innamaa bu’istu liutammi maa kaarimal-akhlak” Kalo kita
teliti bahwa akhlak adalah perilaku atau etika manusia yang memiliki drajat
kemanusiaan yang lahir dari pada keimanan terhadap rukun-rukun Iman, maka
akhlak adalah keseluruhan perilaku kita terhadap Allah sebagai maha pencipta,
terhadap malaikat yang ta’at kepada Allah ta’alaa, terhadap kitab sebagai
pedoman Allah, terhadap rasul yang wajib kita ikuti kepemimpinannya, dan kita
juga wajib percaya terhadap hari kiamat sehingga kita akan menjaga kita dalam
melakukan perkara yang baik ataupun buruk, begitupun juga kita yakin dengan qadar
bahwa ikhtiar segala sesuatu sebenarnya telah diatur oleh Allah.
Oleh karena itu Akhlak terhadap Allah hendaklah kita menjalankan peranan
sebagai khalifah dan sebagai hamba. Percaya kepada malaikat kita harus
merasakan bahwa malikat itu senantiasa menjalankan perintah Allah setiap waktu,
seperti misalnya malaikat rokib dan atid yang mencatata perbuatan baik dan
buruk, dia tidak pernah menyimpan segala perbuatan manusia untuk dijadikan
bukti otentik dalam peradilan Allah, begitu juga akhlak terhadap kitab kita
mestilah mencintai, mempelajari, memahami dan mengamalkan apa yang di firmankan
Allah dalam kitab itu secara lebih rinci dan teliti. Akhlak terhadap Rasululloh
kita mestilah mengikut contoh didalam ketaatan kepada Allah dengan pedoman
kitab-Nya, Rasululloh adalah model yang kita harus menjadikan pola hidup dalam
melaksanakan pola ketaatan kepada Allah ta’alaa.
– Tugas ke empat adalah menjalankan kehidupan sehari-hari dengan niat
karena Allah, menjalankannya dengan mematuhi peraturan Allah (Syari’ah) dan
bertujuan mencari keredhaan Allah. Sebagai contoh setiap hari kita makan.
Seorang Muslim hendaklah kita makan dengan niat karena Allah, yaitu didalam
hati kita meyakini bahwa sumber makanan itu datangnya dari Allah dan Allah
mengijinkan kita makan sebagai Rezeki dariNya. Ucapkanlah
bismillahirrahmaanirrahiim dan berdo’a kemudian kita pastikan yang kita makan
itu halaldan baik untuk kesehatan jita agar kita mendapat ridha Allah serta
berkahNya.
Demikian segala pekrejaan dilakukan dengan tata tertib seperti itu. kita
mau membaca, menulis bekerja ditempat kerja guna mencari nafkah, bekerja
dirumah tangga untuk menyediakan segala keperluan keluarga, jika kita niat
karena Allah yaitu mencari keridhaan Allah, sedangkan Allah mengijinkan,
kemudian mengucapkan bismillah dan mematuhi hukum halal-haram maka Allah
menyediakan pahala yang besar sebagai amal shaleh dan dzikir yaitu senantiasa
mengingat Allah dalam segala keadaan. Termasuk ketika kita duduk beristirahat
atau menunggu giliran / antrian bacalah dzikir Subhanallahal’adziim,
Subahanallah wa bihamdihi akan memenuhi lagit dan buminya.
Memilih karieer dalam bidang profesionallebih selaras dengan tujuan sebagai
khalifah. Sebagai mendakwah, guru, doktor, insinyur, petani, pedagang, industri
dan juga pemimpin yang diniatkan untuk beramal saleh akan mendapat pahala
yang sangat besar derajatnya, paling tinggi disyurga, beserta para
penerima Anugerah terbesar disisi Allah Subahanahu wata’alaa.
Kesimpulannya, hidup kita ini dituntut untuk beriman dan beramal soleh serta
saling mansihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. Firman
Allah “Demi Masa, Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang
beramal soleh serta saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihari
dengan kesabaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar