Dengan bekerja maka kita akan berusaha dalam menyelesaikan perkerjaan kita dan disetiap pekerjaan kita pasti memiliki masalah, karena disetiap pekerjaan pasti memiliki kendala disetiap tugas akan tetapi kita hrus menyelesaikannya dengan kesabaran.
Bekerja adalah kata yang tidak asing lagi bagi kita bukan. ya bekerja itu juga termasuk dalam beribadah.Bekerja adalah usaha kita yang kita lakukan untuk mencari nafkah dan rezeki.
Di dalam al-Qur’an banyak kita temui ayat tentang kerja
seluruhnya berjumlah 602 kata, bentuknya :
1) Kita temukan 22 kata ‘amilu (bekerja)
di antaranya di dalam surat al-Baqarah: 62, an-Nahl: 97, dan al-Mukmin: 40.
2) Kata ‘amal (perbuatan)
kita temui sebanyak 17 kali, di antaranya surat Hud: 46, dan al-Fathir: 10.
3) Kata wa’amiluu (mereka
telah mengerjakan) kita temui sebanyak 73 kali, diantaranya surat al-Ahqaf: 19
dan an-Nur: 55.
4) Kata Ta’malun dan Ya’malun seperti
dalam surat al-Ahqaf: 90, Hud: 92.
5) Kita temukan sebanyak 330 kali kata a’maaluhum, a’maalun, a’maluka,
‘amaluhu, ‘amalikum, ‘amalahum, ‘aamul dan amullah.
Diantaranya dalam surat Hud: 15, al-Kahf: 102, Yunus: 41, Zumar: 65, Fathir: 8,
dan at-Tur: 21.
6) Terdapat 27 kata ya’mal, ‘amiluun,
‘amilahu, ta’mal, a’malu seperti dalam surat al-Zalzalah: 7, Yasin:
35, dan al-Ahzab: 31.
7) Disamping itu, banyak sekali ayat-ayat yang
mengandung anjuran dengan istilah seperti shana’a, yasna’un, siru fil
ardhi ibtaghu fadhillah, istabiqul khoirot, misalnya ayat-ayat tentang
perintah berulang-ulang dan sebagainya.
Di samping itu, al-Qur’an juga menyebutkan
bahwa pekerjaan merupakan bagian dari iman, pembukti bahwa adanya iman
seseorang serta menjadi ukuran pahala hukuman, Allah SWT berfirman:
“…barangsiapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh…” (Al-Kahfi: 110)
Ada juga ayat al-Qur’an yang menunjukkan
pengertian kerja secara sempit misalnya firman Allah SWT kepada Nabi Daud As.
“ Dan Telah kami ajarkan kepada Daud membuat
baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu…” (al-Anbiya: 80)
Dalam surah al-Jumu’ah ayat 10 Allah SWT
menyatakan :
“ Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (al-Jumu’ah: 10)
Pada hakikatnya, pengertian kerja semacam ini telah
muncul secara jelas, praktek mu’amalah umat Islam sejak berabad-abad, dalam
pengertian ini memperhatikan empat macam pekerja :
1) al-Hirafiyyin; mereka yang mempunyai lapangan
kerja, seperti penjahit, tukang kayu, dan para pemilik restoran. Dewasa ini
pengertiannya menjadi lebih luas, seperti mereka yang bekerja dalam jasa
angkutan dan kuli.
2) al-Muwadzofin: mereka yang secara legal
mendapatkan gaji tetap seperti para pegawai dari suatu perusahaan dan pegawai
negeri.
3) al-Kasbah: para pekerja yang menutupi kebutuhan
makanan sehari-hari dengan cara jual beli seperti pedagang keliling.
4) al-Muzarri’un: para petani.
Etos
kerja seorang muslim ialah semangat menapaki jalan lurus, mengharapkan ridha
Allah SWT.
Etika
kerja dalam Islam yang perlu diperhatikan adalah
(1) Adanya keterkaitan individu terhadap Allah
sehingga menuntut individu untuk bersikap cermat dan bersungguh-sungguh dalam
bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik
dengan relasinya.
(2)
Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan.
(3)
tidak memaksakan seseorang, alat-alat produksi atau binatang dalam bekerja,
semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar.
(4)
tidak melakukan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan
minuman keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah.
(5)
Professionalisme dalam setiap pekerjaan.
sumber :https://pintania.wordpress.com/etos-kerja-dalam-islam/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar