Sabtu, 02 Juni 2018

Toleransi terhadap sesama

Assalammualaikum wr. wb.
 
     Kita adalah bangsa Indonesia, bangsa dimana di negara yang memiliki keberagaman aakan tetapi keberagaman itu membuat kita saling menyatu. Memyatukan perbedaan diantara satu dengan lain nya. bersama dan bersatu dalam keberbedaan membuat kita akan menjadi bangsa utuh. dan saling menyayangi antara satu dengan yang lain.Hasil gambar untuk gambar orang bertoleransi
    Toleransi adalah hormat atau bersikap hormat terhadap suatu pendapat yang berbeda dengan pendapat kita sendiri.sikap toleransi merupakan sikap yang diajarkan dalam ajaran agama. prinsip toleransi berdasarkan apa yang diajarkan oleh agama islam adalah membiarkan atau menghormati agama lain untuk beribadah dan berhari raya tanpa mengusik mereka. dan prinsip ini diyakini oleh beberapa orang yang berasal dari kafir quraisy dimana mereka pernah mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW., "Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada tuhanmu dan kalian (muslim) beribadah kepada tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segalam permasalahan agama kita, Apabila ada sebagian ajaran agamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan mengamalkan itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamu, engkau juga harus mengamalkannya." (Tafsir AL-Qurthubi, 14:425)
      
  Firman Allah tentang Toleransi
  • Surat Al-Baqarah 256 لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ Artinya: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat Kuat (Islam) yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” Ayat ini berkenaan dengan Hushain dari golongan Anshar, suku Bani Salim bin ‘Auf yang mempunyai dua orang anak yang beragama Nasrani, sedang ia sendiri seorang Muslim. Ia bertanya kepada Nabi Saw: “Bolehkah saya paksa kedua anak itu, karena mereka tidak taat kepadaku, dan tetap ingin beragama Nasrani?.” Allah menjelaskan jawabannya dengan ayat tersebut bahwa tidak ada paksaan dalam Islam.
 10  TOLERANSI DALAM AGAMA ISLAM 
  1. Jangan hina agama apapun baik Tuhannya maupun ajarannya.
  2. Jangan lecehkan pemuka agama manapun.
  3. Jangan ganggu ibadah umat agama apapun.
  4. Jangan rusak tempat ibadah agama manapun.
  5. Jangan paksa atau ancam atau teror atau jebak umat agama lain untuk masuk Islam tapi cukup mengajaknya kepada Islam melalui dakwah yang berakhlaqul karimah.
  6. Bantu umat agama manapun yang terkena bencana.
  7. Tolong umat agama manapun yang terzalimi.
  8. Berniagalah dengan umat agama apapun dengan cara yang halal.
  9. Bekerja samalah dengan umat agama manapun untuk kebaikan dan kemajuan.
  10. Berikanlah semua hak umat agama apapun tanpa dikurangi.
Bentuk toleransi 

1. Islam mengajarkan menolong siapapun, baik yang miskin maupun orang yang sakit, islam tidak       membeda-bedakan antara yang kaya maupun miskin.
2. Tetap menjalin hubungan kerabat dengan orang tua, ataupun saudara yang non muslim
3. Memberi hadiah kepada non muslim dalam hal untuk membuat mereka tertarik pada Islam. 

A.     Sayang, Hormat, dan Patuh kepada Orang Tua
Orang tua memiliki kedudukan tinggi dalam islam. Setiap anak memiliki kewajiban untuk berbuat baik terhadap kedua orang tuanya. Oleh karena itu, kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan orang tua harus dibalas dengan kebaikan, kasih sayang, dan pengorbanan yang serupa, meski tidak sebanding. Islam mengenal 2 macam orang tua yang harus dihormati, yakni orang tua yang telah melahirkan kita dan orang tua yang telah mengantarkan kita mengenal Allah SWT.
Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, mengasihi, menyanayangi, menhormati, mendoakan, taat, dan patuh terhadap apa yang mereka perintahkan adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap anak kepada orang tuanya. Perilaku tersebut disebut birrul walidain.
Birrul walidain adalah hak kedua orang tua yang harus dilaksanakan oleh setiap anak, sepanjang keduanya tidak memerintahkan kemaksiatan/kemusyrikan. Bahkan, seorang anak tetap harus berbakti meskipun orang tuanya kafir/musyrik. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Surah Luqman/31:15 yang artinya, “Jika keduanya (ibu bapakmu) memaksamu supaya engkau musyrik, menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak ketahui, maka janganlah engkau mengikuti keduanya, dan bergaulah dengan keduanya di dunia dengan baik.
Jika seorang anak berbakti dan memperlakukan dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang Allah perintahkan, Allah akan memberikan keberkahan hidup kepada ibu bapaknya, Allah tak segan-segan menyulitkan jalan hidupnya. 

·      Keutamaan Bebakti kepada Orang tua
a.        Penghapus dosa besar
b.       Dipanjangkan usia dan dilimpahkan rezeki
c.       Akan mendapatkan bakti yang sama dari anak keturunan
d.       Dimasukkan ke dalam surga

·       Perilaku yang mencerminkan sikap sayang, hormat, dan patuh kepada orang tua diantaranya :
1.       Jika orang tua masih hidup
a.      Mengucapkan salam saat akan meninggalkan/menemuinya
b.      Mendengarkan segala perkataanya dg hormat dan rendah hati
c.      Tidak memotong pembicaraanya
d.      Bepamitan/meminta izin ketika akan pergi dari rumah
e.       Mencium tangan kedua orang tua jika akan pergi/kembali dari berpergian
f.       Membantu pekerjaan rumah,dsb.

2.       Jika orang tua telah meninggal dunia
a.      Melaksanakan wasiatnya
b.    Mendoakan ayah ibu yang telah tiada & memintakan ampun kepada Allah SWT dari   segala  dosanya.
c.      Tetap menjalin tali silahturahmu kepada kerabat orang tua
d.      Menepati janji kedua orang tua

B.        Hormat dan Patuh kepada Guru

Guru adalah orang yang memberikan pengetahuan sekaligus pendidikan akhlak terhadap murid-muridnya. Ia mengajari cara membaca, menghitung, berpikir, dsb. Guru juga mengajarkan nilai-nilai akhlak kepada muridnya.
Setiap guru pasti akan mengajarkan kebaikan-kebaikan yang mungkin tidak didapatkan seorang anak dari orang tuanya di rumah. Tanpa pendidikan dan bimbinganya, bisa jadi kita tidak akan mengetahui segala yg nyata atau tersembunyi di alam raya ini dan tidak dapat membedakan yang benar atau salah. Jasa guru dalam mendidik dan mencerdaskan muridnya tidaklah dapat diukur dengan materi. Berkat jasa gurulah, kita menjadi terpelajar.
Dalam ajaran islam, guru/ulama adalah orang yang memiliki pengetahuan luas dibandingkan orang lainya. Ia merupakan pewaris para nabi dalam menyampaikan kebaikan kepada orang lain. 

·         Perilaku sikap hormat dan patuh kepada guru
a.       Mengucapkan salam & mencium tanganya ketika bertemu
b.      Mendengarkan pelajaran yg sedang diberikanya
c.       Tidak melawan, menipu, dan membuka rahasia guru
d.      Bersikap sabar terharap perlakuan kasar/akhlak buruk guru
e.      Menunjukkan rasa berterima kasih terhadap ajaran guru
f.        Sopan ketika berhadapan dengan guru, dsb.

sumber tulisan: http://mitamsvip.blogspot.com/2015/05/sayang-hormat-dan-patuh-kepada-orang.html










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mari kita belajar mengenai:AL-QUR’AN SURAH AL-MUJADILAH, 58: 11 DAN SURAH AL-JUMU’AH, 62: 9-10

Assalamualaikum sahabat semuanya :)    jadi kali ini kita akan melanjutkan deperti pada tulisan yang sebelumnya yan teman, jadi mari...